jump to navigation

About


Ayah adalah panggilan akrab seorang anak kepada orangtua lelakinya, dan menggambarkan seorang pelindung, penggayom dan menyejuk bagi anggota keluarga lainnya. Ucapan “Ayah” di dalam suatu rumahtangga lebih sedikit dibandingkan ucapan “Ibu” terdengar dari mulut anak-anaknya, tetapi akan terdengar sangat keras sekali terdengar.

Itulah berawal dari penggunaan nama “AnggrekAyah” (baca: ini anggreknya ayah, atau sebagai ayahnya pada penggannggrek) dalam memberikan identitas kebun/usaha anggrek yang saya geluti ini. Karakter ayah diharapkan dapat tetap menjadi identitas dari “AnggrekAyah” ini.

Sekitar 40 tahun yang silam (baca: penulis masih di bangku SLTP) pekerjaan yang menjemukan adalah kewajiban menyiram kebun anggrek ayah saya, jelas anggrek saat itu bukan kesenangan tetapi kekesalan dst. Tanpa terasa beberapa kegiatan rutin di kebun anggrek itu melekat dalam benak penulis tanpa disadarinya dan muncul dengan mudah sekitar 5 tahun lalu. Kenikmatan dan kenyamanan dengan bertanam anggrek mulai sesemi kembali dalam kehidupan sehari-hari, mulai mengkoleksi satu-dua anggrek umum (phalaenopsis putih atau ungu) dan bertambah banyak dengan bertambahnya kebun/kios anggrek yang dikunjunginya.

Betapa suatu kenikmatan bila hobby dapat berbuah penghasilan, ini adalah yang mendorong terus menekuni dan mengembangkan perkebunan ini. Sudah sampai pada suatu keputusan terus dikembangkan guna mencapai cita-cita tersebut.

Kota bandung adalah kota tempat domisili dan mendapatkan keberutungan selama ini, dan akan menjadi base “AnggrekAyah”. Beberapa tahun lalu kami hanya memelihara anggrek silangan penganggrek lain seperti Pak Wira Kusumah(prigen-jatim), Pak Sutikno (prigen-jatim), Pak Handoyo Budi(malang-jatim), Pak Rizal Djafareer (lembang-bandung), Ibu Eddy Ng (bandung), dsb, dan dalam beberapa tahun ke depan diharapkan dapat mengeluarkan produk botolan sendiri.

CIGADUNG SELATAN, bagian utara bandung merupakan daerah yang sangat cocok bagi jenis anggrek phalaenopsis dan merupakan base kebun “AnggrekAyah”, tetapi tidak menutup kenyataan anggrek dendrobium dan catellya didapati dikebun kami.

Foto diri

  Kami sekarang hadir di http://anggrekayah.com

Komentar»

1. deny - 25 April 2009

tulisan2 di anggrekayah sangat bermanfaat dan semuanya tepat sesuai kebutuhan para hobies anggrek pemula, seperti saya. makasih banget…. ilmunya top abis. semoga tambah banyak ilmu2 yg di publikasikan sehingga semakin banyak pula kita mendapatkan wawasan tentang anggrek dari anggrekayah.

2. Didiet - 6 Agustus 2008

kang, mana atuh photo-photo anggreknya?

AnggrekAyah :> Kang Didiet yang baik, wah aku belum punya gallery anggrek nih sekarang, tetapi aku punya list produk anggrekku, bisa bisa di http://anggrekayah.com/?page_id=8 mudah-mudahan menjawab ya, terima kasih

3. kevin - 24 April 2008

beruntung deh ada website anggrekayah…
jadi bisa nanya2 soal anggrek nih

anggrekayah maju terussss

AnggrekAyah :> Amien ya Robbilalamin , terima kasih

4. anggrekayah - 25 Desember 2007

Bung Kiki, bila ada tulisan yang baik dan menurut anda bisa dimasukkan dalam blog kami, silahkan kirimkan (anggrekayah@gmail.com) tulisan anda dan Insya Allah kami bisa tayangkan segera, dengan catatan tentu setelah melalui editing, begitu, Ditunggu ya tulisannya.

5. D' Kiki - 24 Desember 2007

Hallo,

Kalo mau nyumbang tulisan gimana caranya?

6. bambang yb - 29 Oktober 2007

Bagus sekali,
Tulisan ttg aggreknya menarik.
Ditunggu tulisannya yang lainnya, terutama ttg anggrek sesuai dengan fase pertumbuhannya sampai fase berbunga.

7. rani_chan - 25 September 2007

aq juga suka anggrek kok…
so smoga sukses…

8. heru pamungkas - 15 Mei 2007

wis siiippp.. bannget

maju teruss deh anggrek ayahnya!!

bravo euy


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: