jump to navigation

Anggrek Spesies: Problematika selama ini 19 November 2008

Posted by anggrekayah in budidaya, Merawat Anggrek.
trackback

Anggrek spesies atau lebih sering kita kenal dengan anggrek alam, akhir-akhir ini banyak mendapat perhatian manakala kita membicarakan penyelamatan sumber daya alam. Sering dibicarakan lebih detail bagaimana cara menyelamatkan alam kita ini , dalam artian anggrek alam kita, kemudian muncullah aturan/peraturan pemerintah, aturan daerah dsb dalam rangka memanfaatkan potensi tadi (baca: ini dari sisi pemerintah yang memeliki wewenang dan tanggungjawab atas hal itu).

Ketika kita, sebagai pihak penggemar/penikmat/pencinta anggrek alam, kadang kala lupa atau melupakan diri atas tanggungjawab mempertahankan anggrek alam itu sendiri. Banyak para penggemar anggrek spesies berlomba memperolehnya (baca:dengan mengabaikan asal dan atau cara memperolehnya), memeliharanya hingga memperjual belikan. Pada satu titik memperjualkan anggrek spesies (baca: yang tercantum dalam appendix CITES) merupakan larangan, sulit memperolehnya dan pada gilirannya akan meningkatkan harga anggrek itu sendiri. Secara tidak sadar akan mendorong para perabut anggrek spesies lebih giat dan bersemangat lagi menguras hutan kita, untuk mendapatkan kepuasan financial yang telah dijanjikan tadi.

Mau mulai dari mana ? melakukan pengawasan kepada penggemar anggrek ? pengawasan kepada perabut anggrek spesies ? atau perlu aturan-aturan lain yang diperlukan ? menambah aparat yang mampu dan bertanggungjawab ? Salah siapa ?

Pertanyaan-pertanyaan ini sering muncul dan hanya pada wacana diskusi saja, baik oleh pemerintah dan kita sebagai pengemar anggrek itu sendiri. Kenapa kita mulai dari diri kita sendiri, dan yang sederhana yang bisa kita lakukan. Kalau kita bisa melakukannya dengan bersama-sama, akan mempunyai perngaruh yang besar.

Komentar»

1. Harniningsih - 12 November 2009

Jangan pernah berkomentar kenapa anggrek sp banyak berada dipedagang atau kolektor, karena akan sia-sia pertanyaan seperti itu ibaratnya anjing menggonggong kafilah berlalu, lakukan sesuatu yang bermanfaat untuk mahluk yang terancam itu jangan cuma komentar dengan kata-kata yang sok pintar dan sok tau. Jadi kalau tidak ada sebab tidak akan terjadi akibat … memang ada banyak cara yang menyebabkan rusak atau punyahnya anggrek sp … sebenarnya tidak hanya anggrek yang akan punah tetapi jenis tanaman langka dan hewan pun akan hancur.
Dari beberapa pengumpul anggrek disumatra dan kalimantan yang aku datangi rata-rata mereka mengambil dari hutan yang dirusak oleh perusahaan kelapa sawit yang membuka lahan baru atau perusaahan kayu yang tidak memiliki izin kemudian mereka perbanyak secara alamiah … nah .. sekarang gempur dech tuch mereka (perusahaan kelapa sawit, perambah hutan yang illegal) kalau mampu ……. karena mereka yang terbesar melakukan pengrusakan dibandingkan dengan para pencari anggrek hutan dipinggiran tempat tinggal mereka ……

2. Hari Abrianto - 18 Juni 2009

Membeli anggrek species apalagi langka menurut saya boleh2 saja namun buat di tangkarkan / budidayakan / dikembangbiakan. Dengan anakan seedling baik lwt split, kompot & kultur jaringan bisa dijual. Yang tidak dibenarkan yaitu membelinya banyak kemudian langsung menjualnya. Setelah laris manis beli lagi banyak dijual lagi & seterusnya yang dapat mengakibatkan kerusakan / kelangkaan / hilangnya species tsb. Yang paling tidak dibenarkan pencurian secara besar2an kemudian dijual ke LN. Bagaimana dengan anak-cucu kita sudah tidak memiliki flora tsb & hanya diperoleh dari LN. Saya sangat setuju dengan ibu Ria.

3. zul - 14 Juni 2009

saya seorang mahasiswa menemuka 2 spesies anggrek alam bisakah membantu saya tuk memberikan nama kedua spesies yang saya temukan. Hub http://menelitianggrek.blogspot.com/

4. windy wirawan - 3 Maret 2009

saya seorang pecinta lingkungan yang coba untuk melindungi beberapa spesies langka di indonesia
beberapa tahun lalu saya tau ada anggrek Platanthera leucophaea di indonesia (saya tidak bisa sebut tempat) dan sekarang saya berminat menelitinya. setelah saya melakukan studi pendahuluan pustaka ternyata jenis Platanthera leucophaea katanya hanya ada di taman nasional di amerika utara sebagai tanaman langka yang dilindungi. lewat forum ini saya ingin tahu apakah ada yang pernaha tahu persebaran Platanthera leucophaea di indonesia. saya tidak menanyakan tempat atau persebarannya, namun apakah benar di indonesai belum ada yang pernah tahu jika anggrek langka ini ada.
saya berharap kelak penelitian saya bisa di tanggapi pemerintah dengan mengeluarkan undang-undang untuk Platanthera leucophaea asli indonesia. tolong ditanggapi jika memang ada yang tahu ada Platanthera leucophaea dengan memberi konfirmasi di windy26wirawan@yahoo.com

salam lestari
windy wirawan

5. dr Ria Novida Telaumbanua MKes - 26 Januari 2009

Saya juga prihatin ketika mendapati anggrek spesies banyak diperjualkan di nursery dengan harga gila2 an. Dan itu tadi, kenapa bisa sampai di nursery? Padahal jelas kebanyakan anggrek spesies dilindungi. Kali UU Perlindungannya mandul, karena memang tdak ada yang khusus dan serius menanganinya. Kita hanya berbicara terus tentang, anggrek yang hamoir punah, tetapi gak pernah bernuat, tidak ada tindakan yang nyata. Saya masih banyak mendapati anggrek species yang dijual secara terang2an,walau saya tahu,anggrek tersebut termasuk anggrek yang dilindungi dan saya juga termasuk kita semua pecinta anggrek tentunya masih leluasa membelinya.
Jadi, kepunahan itu memang didepan mata, he he he..Karena itu saya tidak hanya berbicara, sekarang mulai menangkarkan anggrek species Toba, yang ada disekitar danau Toba, Sumatera Utara.
Tanpa sengaja, sewaktu Hiking di salah satu perbukitan milik rakyat di sekitar Danau Toba, saya menemukan banyak jenis anggrek di hutannya, yang saya sebut Anggrek Toba. Sipemilik bukit/tanah, setuju, saya bantu untuk menangkarkan anggreknya. Dalam hanya 4 kali menaiki bukit dengan ketinggian 1200- 1700 dpl (diatas permukaan laut) kami berhasil menurunkan jenis jenis anggrek dari hutannya sebanyak hampir seratus jenis. Semua jenis kami ambil dan ditanam/ditangkar di kaki bukit (milik mereka juga)tanpa merusak habitat aslinya diatas bukit. Semua kami identifikasi, dan sekarang proses pencarian nama dengan mengandalkan katalog katalog impor. Tujuan saya, adalah, selain membuat Taman Penangkaran (tidak dijual) kami akan memperkenalkan jenis jenis anggrek Toba kepada dunia luar. Taman ini nanti bisa dipakai peneliti2 tanpa harus mendaki bukit. Masyarakat luas juga boleh melihatnya untuk menambah ilmu pengetahuan. Saya yakin, bahwa kebanyakan anggrek Toba ini adalah anggrek langka. Untuk teman teman pecinta anggrek spesies , sata undang ke Taman Eden , Kecamatan lumban Julu (setengah jam dari Danau Toba, Parapat, SUMUT) untuk ikut menyaksikan Lounching Taman Konservasi pertama di SUMUT ini, pada tanggal 14 Februari 2009 ( hari Valentine day). Kita semua bisa menyaksikan jenis jenis anggrek spesies yang telah kami dapatkan ditahap pertama. Bukti, bahwa kami peduli akan kelestarian anggrek ini, tidak hanya berbicara.
Salam kami dari jauh.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: