jump to navigation

AKLIMATISASI ANGGREK SPESIES SKALA RUMAH 14 Desember 2006

Posted by anggrekayah in Anggrek, Merawat Anggrek.
trackback

AKLIMATISASI ANGGREK SPESIES SKALA RUMAH kasus : Phalaneopsis Bellina

Indonesia sebagai salah satu negara tropis di kawasan benua asia yang memiliki flora dan fauna yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, dan tanaman Anggrek merupakan salah satu kekayaan Alam Indonesia yang patut dipelihara.
Anggrek alam (spesies) yang tumbuh dihutan kita, kita kenal dengan anggrek spesies, mendapat ancaman alam (api dan kemarau) dan manusia (dirambah dari lingkungan aslinya) sehingga perlu dilakukan usaha-usaha melestarikan di dalam lingkungan atau diluar lingkunganya.
Dalam usaha melestarikan anggrek spesies diluar lingkungan banyak mengalami banyak permasalahan (diluar ijin) yaitu membuat lingkungan yang mirip dengan tempat asli anggrek spesies berasal. Beberapa faktor lingkungan yang dominan adalah kelembaban, temperatur udara dan intensitas cahaya.
Anggrek spesies bellina dengan daerah penyebaran kalimantan barat dan serawak (malaysia), karena keindahan bunganya sehingga menarik bagi penulis untuk memelihara dan melestarikannya. Kota Bandung dengan kelebihan keadaan alamnya, sangat cocok dengan tanaman anggrek phalaenopsis umumnya.
Permasalahan adalah bagaimana dapat membuat aklimatisasi yang baik bagi anggrek spesies yang baru saja mengalami stress akibat dirabut dari alamnya, perjalan jauh dan perbedaan keadaan. Merupakan permasalah lain yang lebih besar adalah keterbatasan lahan (di sekitar rumah) untuk dapat membuat sama dengan keadaan alam aslinya.
Untuk itu akan lebih mudah membuat kelembaban, temperatur udara dan intensitas matahari dalam suatu akuarium kaca berukuran 70 X 80 X 100 cm dengan menutup bagian atasnya dengan kaca pula. Pada percobaan pertama dalam akuarium dibuatkan rak untuk menggantung anggrek, dan untuk percobaan kedua diberi genang air setinggi 1 cm dan anggrek diletakkan dengan penyangga pot terbalik. Khusus untuk akuarium kedua intensitas cahaya sangat minim dengan meletakan tanaman anggrel lainnya di atas akuarium yang dibawah shading paranet.
Pengamatan dilakukan selama 2 bulan, dimana treatment pemupukan dilakukan serupa, tanpa menambahkan insektisida dan fungsida. Hasil yang diperoleh adalah tanaman pada akuarium kedua tumbuh dengan baik, ditandai dengan tumbuhnya akar baru, tumbuhnya daun baru (sekitar 10-15 cm), dan ada yang mengeluarkan tangkai bunga (2 dari 8 tanaman dalam akuarium). Sedangkan pada akuarium pertama, akar dan daun baru tumbuh tidak sepanjang/sebesar akuarium kedua, didapat 2 tanaman mati oleh jamur.

Gambarakuarium1
Dari hasil tersebut dapat disimpulkan sementara, akuarium kedua sangat mendukung perkembangan dan pertumbuhan anggrek phalaenopsis bellina. Pada akuarium kedua tumbuh tanaman liar alam (pakis-pakisan) yang dapat menunjukan keadaan cukup baik untuk tamana anggrek khususnya phalaenopsis, sehingga tanaman anggrek phalaenopsis spesies dapat ditangkarkan dengan baik pada lingkungan halaman rumah. Maka seorang penghobby yang telah memiliki pengetahuan, ketekunan, tanggungjawab serta kecintaan kepada anggrek spesies dalam melakukan konservasi anggrek skala rumah, dan pada akhirnya turut membantu program pemerintah dalam melestarikan kekayaan hayati khususnya anggrek phalaenopsis spesis.

Komentar»

1. Ahmad Supiarma - 1 Mei 2010

Saya semasa kecil sampai semasa kuliah di ITB sangat senang denjgan penelitian2 skala kecil. Pada artikel Aklimatisasi Anggek Bulan Bellina terasa sangat menarik penelitian sederhana tersebut.
Vila berkenan saya akan senang bila Pak Weda mengajak saya untuk magang untuk melakukan penelitian2 jenis2 anggek lainnya.
Saya di Cimahi tentunya tidak terlalu jauh ke Cigadung

AnggrekAyah:> Pak Ahmad Spriarma yang baik, kalau begitu kita sealmater dong, cuma kok jadi kesasar ke anggrek ya ? Dengan senang hati kapan saja silahkan ke rumah, tapi telp dulu konfirmasi jangan supaya kecelek (aku tidak ada di rumah). Tapi jangan dibayangin yang hebat-hebat dulu ya, namanya juga eksperimen. Pak, kok magang sih, bukan ? ini namanya sharing info lho. ok di tunggu deh

2. Anto - 1 Juli 2009

Halo rekan-rekan,

Saya baru mendapat sebatang Vanda deareii dari penjual anggrek di pameran. Sayangnya anggrek tersebut dijual tanpa pot alias tanamannya saja. Masalahnya setelah saya tanam, sampai seminggu tidak ada tanda-tanda pertumbuhan, malah semakin lama kok semakin memilukan kondisinya. Saya udah taruh di pot berisi arang, terus digantung di tempat berangin dan teduh. Udah saya siram tiap hari tapi masih belum ada tanda-tanda perbaikan. Gimana nih? Kalau ada yang punya info bagaimana membuat anggrek tersebut bisa survive mohon dishare pengalamannya. Tolong ya… Thanks a lot.

AnggrekAyah:> Mas Anto yang baik, seperti kita ketahui bahwa vanda adalah anggrek tipe akar napas, artinya tanpa mediapun (kecenderungan lebih suka) dapat tumbuh. Dilain sisi memang jenis anggrek ini dengan daun yang keras, sehingga pertumbuhannya tidak jelas tampak oleh mata (apakah mati atau masih hidup), jadi memang perlu sabar. Permasalah kedua, dimana pada umumnya anggrek spesies yang kita dapat merupakan hasil rambah hutan langsung (belum/tidak diadaptasikan dulu) maka cenderung anggrek tersebut mengalami stress (stagnasi pertumbuhannya atau cenderung merontokkan daun dsb). Nah kalau memang kasusnya seperti ini, maka kesabaranlah yang dibutuhkan, dan tanda-tanda kehidupan adalah tumbuhnya akar baru (yang hijau warnanya). Nah hal inilah yang aku gunakan pada saat memilih anggrek spesies yang akan aku beli, maksudnya pilih yang akarnya sudah tumbuh kembali. Ok, sekian semoga dapat membantu, terima kasih

3. tri mulyadi - 17 Januari 2009

saya denrobium dan phalaenopsis botol, sy msh mencari cara yang tepat untuk treatment selanjutnya, bisa ajari saya pak ?
AnggrekAyah:> Saudaraku Bpk Mulyadi yang baik, sesuai dengan pepatah pengalaman adalah guru yang terbaik. Jadi dengan mencoba berkali-kali dan mencari cara dan situasi (iklim mikro di rumah anda) ,maka itulah yang terbaik. berdasarkan pengalaman aku, dimana banyak cara dari banyak petani anggrek yang tidak sama tetapi dapat hidup dengan baik (dalam hal ini , cara mengeluarkan dan memelihara bibit botolan). Coba baca tulisanku sebelumnya mengenai aklimitasi kompot ok, semoga menjawab pertanyaan anda, terima kasih

4. weni - 5 Januari 2009

saya pny beberapa jenis anggrek spesies asli kalimantan. tapi kok lama ngga bunga ya? ada pupuk khusus ga? media paling bagus apa ya? kalo ada yang pny anggrek spesies dari sumatra, sulawesi, atawa indonesia timur, boleh dong bagi2 anggreknya. br mw ngrintis jadi kolekter nich…
AnggrekAyah:> Mbak Weni yang baik, seperti kita ketahui bahwa anggrek spesies adalah jenis anggrek yang sebelumnya hidup dialam dengan baik, dimana tidak ada pemupuk khusus, dan secara umum memang sulit/jarang berbunga (biasanya mengikuti musim setempat, entah musim penghujan atau kemarau). Pada dasarknya anggrek akan berkembang bila telah terpenuhi prasyarat sehat/sempurna, karena bunga adalah alat perkembang biakannya. Nah coba penuhi iklim mikro di rumah mbak weni disesuaikan dengan alammya. Ok. selamat mencoba

5. Anang_Fitoni - Gresik,31 Mei 1988 - 8 Mei 2008

Mas gimana ce perbedaan perakaran anggrek tanah dengan anggrek epifit?
Trus gimana ce mas cara mengembangkan anggrek dengan kultur jaringan?Apa hampir sama dengan kultur menggunakan biji mas?
AnggrekAyah :> Mas Anang, wah ini pertanyaan singkat, tapi jawabannya panjang nih. Mengenai akar anggrek tanah dan epifit, kalau perbedaannnya adalah media dimana dia berada, satunya mencari hara makanan dari tanah, maka dia akan menembus tanah dan mebuat permukaan akarnya sedemikian rupa dapat menghisap dari tanah. Sedangkan yang epifit, jadi tidak menghisap hara dari indung tanaman, tetapi dari permukaan dimana dia menempel dengan menyerap dari udara dsb.
Pertanyaan kedua, untuk media tumbuhnya bisa dikatakan sama, cuma perbedaan hormon pengatur tumbuhnya saja, yang jelas untuk kultur biji bisa dengan cukup 1 botol saja (tidak perlu dipindah botol) bisa. Ok, mudah-mudahan bisa menjawab pertanyaannya. terima kasih

6. Beatrix - 13 Maret 2008

mat malam, mohon dikirim media yang digunakan dalam perbanyakan anggrek dalam botol, juga media yang digunakan untuk aklimatisasi tanaman anggrek yang diperbanyak dengan kuljar. thank u.

7. yovi - 4 Maret 2008

selamat pagi…
kalau boleh tolong dong kirim gambar/photo pass/pot bunga yang dari kaca,palastik,kayu. masalah administrasi pasti kami ganti….

8. anggrekayah - 8 Agustus 2007

Halo mas Hajar, terima kasih atas komentarnya, dan mohon maaf kalau agak terlambat dalam menanggapinya.
Sebelum menginjak kepada inti permasalahan, ada yang perlu saya share informasi, mengenai aklimatisasi anggrek kepada penganggrek senoir. Pernah saya sampaikan beberapa percobaan (aklimatisasi anggrek) yang berdampak baik kepada anggrek, tetapi kenapa tidak banyak dilakukan oleh pekebun anggrek secara luas. Jawabannya adalah apakah treament tersebut ekonomi dan efektif secara masal. maksudnya untuk ukuran greenhouse yang besar. Waktu itu, pertanyaan beliau apakah mungkin aku melakukan stress (air dan sinar matahari/lampu) bisa dilakukan secara masal. Setelah itu aku menyadari mungkin perlu pengujian/penelitian aklimatisasi anggrek yang terapan. Mungkin itu sebabnya informasi aklimatisasi anggrek ada di kampus dalam bentuk paper dan tidak diperoleh di lapangan, alasan kelasik perslu uang dan waktu.
Mas Hajar, coba dapat dibayangkan satu persatu anggrek dalam kebun
harus direndam dalam air selama 1 jam, berapa luas permukaan air yang anda butuhkan dan berapa waktu yang dibutuhkan untuk menurunkan dan mengangkat anggrek. Ok, ini dapat menjawab sedikit tentang perbedaan teoritikal dan praktikal.
Seperti telah diketaui akar adalah bagian dari tanaman yang diciptakan khusus untuk menarik/mengambil hara kebutuhan tanaman (selain kegunaan untuk menempel). Setahu saya akar anggrek sebagian besar bersifat epifit, menempel tetapi tidak menghisap hara dari inangnya, melainkan dari lingkuang sekitar, dan lebih dominan dari uap air. Kalau anda perhatikan kenapa pada tanaman anggrek yang menempel di pohon sebagian akar akar ada yang lenggelantung (kira-kira untuk apa ya ?). Ternyata dia berguna untuk menangkap hara dan air dari lingkungan via udara. Ada beberapa jenis anggrek yang mempunyai akar khusus ditanama/dipendam dalam tanah, nah jenis ini akan efektif bila akar di rendam dengan air. Menurut saya, untuk jenis akar epifit, akan lebih efektif bisa di berikan uap (air dan hara) jenuh dalam lingkungannya.
Mudah-mudahan ini dapat menjawab pertanyaan mas hajar.
terima kasih

9. hajar wahyudi - 31 Juli 2007

saya sekarang sedang melakukan aklimatisasi anggrek Paraphalaenopsis serpentilingua (masih keluarga dekat phalaenopsis). saya tambahan pupuk daun berkadar N tinggi, dengan tratment 1) dibiarkan tanpa diberi pupuk 2) pupuk disemprotkan pada daun (dosis sesuai takaran) 3)anggrek direndam dengan air + pupuk N setengan dosis hingga bibir pot, dilakukan selama 1 jam sebanyak 2 minggu sekali.
tratment yang ketiga ini saya dapatkan dari salah satu pegawai kebun raya yang melakukan tratment seperti itu pada phalaenopsis amibilis, dan hasilnya sangat memuaskan. maka saya cobakan pada anggrek saya.
yang ingin saya tanyakan. Kenapa pada perlakuan seperti itu dapat meningkatkan pertumbuhan anggrek? apakah semua jenis anggrek dapat diperlakukan seperti itu? dan terakhir ada tidak literatur (baik buku maupun jurnal) yang mendukung tratment tersebut?
terima kasih atas segala jawaban anda.

10. anggrekayah - 5 Juli 2007

Hallo rekan Lambang Yth,
senang rasanya seandainya kami bisa membantu anda, tetapi lokasi yang berjauhan sehingga tidak dapat kami merealisasikannya.
Kami juga memiliki beberapa teman di prigen, Pak Wira, tetapi beliua berkecimpung di anggrek dendrobium, juga Pak Yaim di malang.
Daerah surabaya, sama halnya dengan jakarta, lebih ideal untuk anggrek dendrobium, dan ada baiknya anda menentukan obyeknya anggrek bulan.
Saya pernah melakukannya di rumah untuk merangsang dendrobium di bandung supaya rajin berbunga, tetapi mengalami kendala dengan pengkondisian greenhouse. GreenHouse kami buat ukuran 1,5 X 1 M dengan dibungkur plastik, dan tinggi 60 cm, cukup untuk masuk 20 pohon remaja.
Kalau anda tertarik berkonsultasi silahkan hubungi kami via email: anggrekayah@yahoo.com.

terima kasih

11. lambang - 2 Juli 2007

Sama seperti sdr Indra-banyuwangi, sy jg sedang mengerjakan TA perawatan anggrek bulan berdasarkan suhu&kelembaban.Aplikasi-nya membuat greenhouse mini jd di atapny dkasih shading paranet serta dapat mengontrol suhu serta kelembaban dari udara dan media tanam anggrek.Sy domisili di Sby bingung mau blajar anggrek dmana????Pernah ke PAI yg ada di Prigen Pasuruan tp sang empu-nya g ad jd blom smpet ksana lg, lg ngerjakan TA. Mohon informasi bntuany dSby aj……TRIMS^-^

12. anggrekayah - 31 Mei 2007

Saudara Bayu yang baik,
untuk kompot dendrobium dan phalaneopsis, dapat menggunakan pakis atau mos, tergantung treatment (penangannya). Insya Allah akan segera saya masukkan juga tentang AKLIMATISASI kompot/seedling.
Anda bisa hubungi saya di anggrekayah@gmail.com

terima kasih

13. Bayu - 30 Mei 2007

klo anggrek botolan nya berupa dendro apa bahan medianya ? pakis atau bisa kita gunakan mos saja…. !

Mas Bayu,
mungkin yang tanyakan adalah media setelah keluar dari botolan ya ? Media yang aku gunakan sekarang ini masih pakis (karena masih mudah diperoleh), dan ada beberapa dengan mos (terutama untuk phalaenopsis). Penentuan media yang digunakan disesuaikan dengan jenis anggrek dan lingkungan dan cara pemeliharaannya (ditentukan sesui dengan sifat dari medianya itu sendiri, mos lebih banyak menyimpan air, sedangkan pakis lebih poros). Mudah-mudahan ini bisa menjawab

Terima Kasih

AnggrekAyah

14. AnggrekAyah - 5 Mei 2007

Rekan indra-banyuwangi yth,
saya coba menjawabnya semampu saya (maaf anda tidak mencantumkan e-mail address, jadi saya tidak bisa membalas langsung):
Pengkondisian (aklimitasi) suatu ruang (baca:kebun anggrek) maka perlu
ditentukan besaran yang akan anda kendalikan seperti, temperatur udara,
kelembaban udara dan satu lagi adalah itensitas sinar matahari.
Dengan memanfaatkan pengedalian automatis sangat membantu memenuhi
keinginan petani anggrek, tetapi umumnya untuk petani anggrek berbasis
padat karya. Beberapa kebun di lembang, telah menerapkan membuka
shading (paranet) untuk waktu tertentu, shaing mulai ditutup jam 10 pagi, dan dibuka jam 4 sore, semikian selanjutnya. Ada yang menggunakan pengukur alami, yaitu dengan melihat pada daud/tanaman (kelembaban)
maka petani ini akan mulai menyiram air dan kipas angin.
Ada ide menarik dalam mengaklimitasi kebun (biasanya ukuran besar 10×10 m, atau lebih), sehingga ada yang mengembangkan ukuran kecil,
seukuran box (100 x 60 cm) sehingga murah dan mudah menggunakan dan memeliharanya.
Ok sekian dulu yang bisa sku jawab, kalau merasa belum puas, silahkan
hubungi saya by mail aja
NB: anda berdomisili di mana ? kalau saya berdomisili di bandung.

15. indra-banyuwangi - 4 Mei 2007

Berbicara tentang aklimatisasi ini saya tertarik untuk membuat alat otomatis yang bisa memberi perlakuyan suhu dan kelembaban yang sesuai unruk anggrek terutama phalaenopsis, akan tetapi saya masih bingung tentang relevansi apa yang bisa saya jadikan patokan untuk memberi naungan tersebut ya? apakah hanya dengan mengontrol suhu dan kelembaban saja sudah cukup?
Saya seorang mahasiswa elektro yang sedang membuat tugas akhir yang suka dengan anggrek phal., saya ingin alat saya ini dapat mengendalikan suhu dan kelembaban secara otomatis dan saya yakin tidak akan membutuhkan dana yang besar karena sekarang ini elektronika yang memadai untuk otomatisasi sudah cukup murah.. saya ingin alat saya ini berguna agar biaya pemeliharaan dapat dijangkau untuk pecinta anggrek yang ingin mengembangkan tetepi terbatas modal…
Saya minta bantuannya selengkap mungkin ya….. terima kasih

16. anggrekayah - 12 April 2007

Mbak Tina yang baik, saya mencoba menjawab pertanyaannya sebagai berikut:
Benar bahwa tanaman bernafas, tetapi tanaman juga berfotosentesis yaitu proses pengolahan bahan baku menjadi makan bagi tanaman dan dalam prosesnya membutuhkan CO2 dan mengeluarkan O2. Sehingga dalam ruang yang tertutup bila terjadi cycle ini dengan sempurna maka ada kalanya tanaman membutuhkan O2 (pada saat bernafas) dan mengeluarkan CO2, dan ada kalanya membutuhkan CO2(pada saat fotosentisis) dan mengeluarkan O2.
Kalau kita perhatikan pada saat perbanyakan anggrek dengan kultur jaringan, maka bibit, atau kecambah anggrek disimpan dalam botol yang sama sekali kedap terhadap udara luar, dan Alhamdulilah bisa berkembang dengan baik.
Pada makalah lain saya memperoleh penjelasan adalah memperlajari pengaruh penambahan CO2 (dengan sengaja diproduksi dalam ruang tersebut) dapat memperbaiki perkembangan. Insya Allah dalam waktu dekat saya bisa posting tentang hal ini.
terima kasih

17. Tina - 11 April 2007

Bagaimana dengan saluran udara di dalam aquarium dan toples yang tertutup rapat mengingat tanaman juga perlu melakukan pernafasan?.

Mohon dijawab karena saya masih sangat awam dengan anggrek dan ingin belajar banyak tentang mereka dan berniat mencoba kedua cara diatas…

18. anggrekayah - 19 Februari 2007

Pak Terry Taufiek Yth,
wah hebat anda telah berhasil menemukan micro-climate di kebun anda. Hal serupa pernah saya tanyakan kepada seorang senior saya di jatim, dengan bijak beliau mengatakan, sudah bagus, tinggal bagaimana kalau untuk skala industri(kebun besar) maka akan timbul masalah bagaimana membuatnya ekonomis. Jadi sekarang aku kalau mengeluarkan botol sekitar 10-20 botol bisa dimasukkan dalam 2-3 akuarium tadi, kalau lebih maka perlu prilaku khusus yang mendekati hal diatas.
Sebenarnya ada istilah “kering” atau “basah” pada waktu mengeluarkan bibit dari botol. Ok nanti kita bahas lebih detil lagi ya.

terima kasih

19. Terry Taufiek - 14 Februari 2007

Saya punya pengalaman masalah anggrek botolan,beli hampir 10 botol hancur semua karena tidak tahu perlakuan untuk menanam dengan baik,alhasil gagal terus,akhirnya saya temukan metoda seperti dengan akuarium cuma saya memakai toples plastik transparan bekas permen atau kue2,media tanamnya saya pakai pakis diletakan didasar toples setinggi kira2 2cm dibasahi/semprot dengan vit.B kemudian bibit dalam botol dikeluarkan dibilas denga fungisida dan ditanam dalam toples dg cara meletakan diatas media pakis,toples ditutup rapat rapat diletakan ditempat terang sinar matahari pagi,2 minggu sekali tanaman disemprot/pupuk agar tetap lembab.

20. AKLIMATISASI ANGGREK SPESIES SKALA RUMAH kasus : Phalaneopsis Bellina « PAI Cabang Bandung - 17 Januari 2007

[…] 17th, 2007 at 7:12 adalah (Umum, Species) Ini ada tulisan baik yang bisa anda baca dari anggrekayah selamat menikmati. Tulisan ini berisi tentang pengalaman pribadi penulis yang baik untuk diamati. […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: