jump to navigation

Sejarah PAI


Perhimpunan Anggrek Indonesia 1956 – 2006

oleh Pak Ayub Parnata (salah satu pendiri PAI 50 tahun lalu)

Pak Ayub Parnata

Awal 1956 keadaan anggrek di Indonesia peninggalan Belanda masih cukup banyak, terutama silangan – silangan primer dari berbagai jenis juga spesies-spesies dari manca Negara. Pada waktu itu harganya masih cukup tinggi.

Demikian gambaran sekilas tentang harga-harga anggrek pada waktu itu.
Setelah Belanda meninggalkan Indonesia, tanaman-tanaman anggrek ini dijual kepada masyarakat Indonesia di Bandung anggrek ini dibeli oleh Rd. Edje Kartahadimadja (Pensiunan Bupati Sumedang), Doeli Wangsa Soelaksana (Hakim Tentara), Djamal Ali (Direktur Harian Pikiran Rakyat), Wim Vanneyenhof (Staff Sekolah Olahraga di Jl. Van Deventer ), dan beberapa hobiis anggrek berikut penulis yang pada waktu itu berumur 24 tahun. Untuk budidaya anggrek ada masalah, media tanam, pada waktu itu hanyalah pakis dan pecahan genting, sedangkan pupuk dan obat serangga belum diketahui. Penyilangan anggrek pun beserta pembiakkannya di dalam botol tidak diketahui semasa pendudukan Jepang di Indonesia keadaan anggrek di Indonesia sangat mundur karena Belanda pada waktu itu dimasukkan ke dalam tahanan oleh Jepang, sedangkan orang Asia tidak mengenal budidaya anggrek. Penulis mengunjungi para pemilik anggrek di Bandung serta memperbincangkan bagaimana kita dapat meningkatkan budidaya anggrek di Indonesia serta memajukan peranggrekan dan mencerdaskan para pemelihara anggrek agar dapat mengenal ilmu pengetahuan tentang anggrek. Dari hasil pembicaraan pada waktu itu diadakan kesepakatan mendirikan perkumpulan anggrek Indonesia dengan tujuan meningkatkan budidaya anggrek, mengadakan pertemuan-pertemuan rutin, membuka hubungan dengan luar negeri, serta mencari jalan untuk memperoleh jenis-jenis anggrek baru. Dari hasil musyawarah dengan para peng-anggrek disepakati berkumpul di gedung sekolah olahraga di Jl. Van Deventer Bandung mulai jam 9.00 pagi. Maka pada tanggal tersebut hadirlah para peng-anggrek dari Bandung memperbincangkan pendirian suatu perkumpulan anggrek yang hadir diperkirakan sekitar 45 orang, dalam pertemuan tersebut dibuat ketetapan dengan voting agar perkumpulan ini lebih luwes namanya, disepakati memakai nama Perhimpunan Anggrek Indonesia Pusat, jadi tidak lagi memakai nama anggrek. Pengurus pertama, diambil keputusan, Ketua Umum Doeli Wangsa Soelaksana, Sekertaris Wimvan Neyenhof, Keuangan masih lowong, Komisaris Rd. Edje Kartahadimadja, Yap Sian Too (menjadi Ayub S. Parnata), sambil menunggu nama-nama calon yang akan dating dalam waktu yang sesingkatnya. Lewat 2 bulan telah disepakati Bendahara adalah Thio Tjoan Kang, Komisaris tambahan Ir. Van Yzendoorn, serta MR. Rd. Tmg. Djoemhana Wiriaatmadja yang membenahi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, Perhimpunan Anggrek Indonesia Pusat ini ditetapkan berkedudukan di Bandung dan dibuatlah rencana kerja. Pada tahun 1957 di bawah pimpinan Ayub S. parnata diadakan kurus pertama di Indonesia untuk penyebaran anggrek dalam botol. Dibantu oleh Mad Said dari kebun Raya Bogor siswanya adalah 20 orang dibagi menjadi 2 kelompok pagi dan siang dengan pesan agar ilmu pengetahuan ini disebarluaskan ke seluruh Nusantara agar anggrek di Indonesia pembudidayaannya dapat berkembang dengan pesat. Upaya ini ternyata berhasil antara lain Nyonya Go Yan Tong dari Surabaya menyebarluaskan pada adiknya Handoyo Harjo dan keponakkannya Darta dan sampai sekarang menjadi yang paling produktif di Indonesia. Ayub sendiri membimbing adik iparnya C. L. Bundt di Makasar yang juga produktif. Pouwle Liang membimbing Drs. Tatang Sukarya yang juga produktif. Demikian pergerakan pada awalnya. Pada tahun 1962 Bpk. Soemarno Gubernur Jakarta meminta kepada PAI Pusat untuk menyelenggarakan pameran akbar di Jakrta untuk menyongsong tamu-tamu ASIAN GAMES terutama untuk menghormati Gubernur Tokyo merangkap Menteri JAPAN karena Indonesia mendapat suatu hubungan yang baik dengan JAPAN.
Untuk hal ini diambil keputusan mengangkat penulis sebagai ketua penyelenggaranya dan penulis mengangkat C.L. Bundt sebagai wakilnya dan pameran ini sangat berhasil. Pada tahun 1964 PAI mengingat keadaan politik di Indonesia sangat berubah kekiri-kirian, sehingga anggrek disebut tanaman borjouis sehingga hamper tiada orang yang mau memakai bunga anggrek untuk upacara-upacara tertentu. Pertemuan-pertemuan dalam PAI pin surut. Pada tahun 1965 terjadilah stagnasi total pada Perhimpunan Anggrek Indonesia tahun 1967 datanglah kepada penulis Bpk. Boedihardjo, dalam kesempatan ini penulis mengemukakan untuk memajukan peranggrekan, alangkah baiknya apabila Perhimpunan Anggrek Indonesia Pusat dialihkan ke Ibu Kota, Bpk. Boedihardjo pada waktu itu mengiyakan. Lalu dalam lobiing Bpk. Boedihardjo mau menjadi ketua Perhimpunan Anggrek Indonesia Pusat. Lalu dipertanyakan apakah para pengurus pusat yang ada mau menyerahkannya. Penulis menyatakan rasanya mau karena keadaan PAI Pusat pada waktu itu Vacuum, maka berangkatlah penulis dengan Bpk. Boedihardjo ke Bpk. Doeli, penulis mengemukakan dan mengajukan saran apabila disetujui alangkah baiknya domisili PAI Pusat dialihkan ke Ibu Kota dengan harapan organisasi dapat berjalan lebih lancar. Dalam hal ini disarankan oleh penulis alangkah baiknya apabila Bpk. Boedihardjo yang memimpin di Ibu Kota. Pak Doeli pada waktu itu langsung menyetujui maka dibuatlah satu surat penyerahan dari Ketua Umum PAI Pusat kepada Bpk. Boedihardjo di Ibu Kota dimana penulis turut menandatangani penyerahan tersebut. Setelah pimpinan Bpk. Boedihardjo benar dugaan penulis PAI menjadi berkembang dengan pesat. Peran PAI dalam peranggrekan Internasional sangat berperan antara lain pada tahun 1980 memenuhi undangan dari Perhimpunan Anggrek Belanda yang pada waktu itu menyelenggarakan hari ulang tahun yang ke 50 dengan pameran Internasional. Indonesia mengirimkan 1 tem ikut berperan serta dalam pameran Internasional dipimpin oleh penulis terdiri dari 38 orang tanpa uang pemerintah selama 7 hari di Arnhem Belanda. Setelah selesai pameran di Belanda rombongan ini meneruskan perjalanan dalam studi banding ke Jerman melihat silangan-silangan baru Phalaenopsis serta kultur jaringan modern di Wenningsen dan meneruskan perjalanan ke Perancis di vacherot lecoufle melihat berbagai jenis tanaman dan silangan antar jenis. Setelah selesai di Perancis rombongan meneruskan perjalanan ke London disinilah rombongan diterima oleh Ratcliff Orchids dimana untuk pertama kali rombongan melihat silangan-silangan Paphiopedilum terbaik di dunia pada waktu itu dengan harga l 100 – l 500 pertamanan. Dari London rombongan meneruskan perjalanan ke Bangkok dan mengunjungi Nursery Kasem Boonchoo pada waktu itu merupakan Nursery termaju di Bangkok, dan sekalian keliling kota Bangkok. Dari Bangkok perjalanan diteruskan ke Penang Malasyia disini rombongan melihat Nursery OOI LENG SUN di Nursery ini para anggota rombongan melihat berbagai jenis Dendrobium terbaru, silangan-silangan antar jenis antara Renanthera dengan Phalaenopsis dan masih banyak lagi yang pada waktu itu masih belum banyak di Indonesia. Lawatan terakhir dari perjalanan ini adalah Singapura seperti diketahui Singapura merupakan kota yang banyak memproduksi Aranda, Dendrobium, silangan-silangan Renantera dan sebagainya. Tahun 1986 Indonesia diminta ikut serta dalam pameran anggrek ASEAN. Departemen Pertanian bersama-sama dengan PAI ikut serta dalam pameran ini, Departemen Pertanian meminta penulis untuk mengkoordinir pameran tersebut Indonesia mengikutsertakan 70 tanaman anggrek dan 5 bonsai. Dalam hal mana Indonesia meraih 10 medali emas, 10 medali perak, 10 medali perunggu untuk anggrek dan 1 emas serta 1 perunggu untuk bonsai, jumlah semua adalah 32 medali. Pada tahun 1996 Indonesia ikut serta pula pameran di Manila dan memperoleh 22 medali, karena waktu masih banyak terulang ada 28 peserta yang bersama penulis berangkat ke Honolulu untuk study banding selama 1 minggu. Rombongan Indonesia diantar oleh Profesor Sagawa berkeliling ke berbagai Nursery Anggrek. Tahun 2006 PAI merayakan 50 th berdirinya organisasi anggrek, mampukah kita merayakan Ulang Tahun Emasnya PAI? Seperti halnya di Belanda menyelenggarakan pameran Internasional.
Demikianlah sekilas perjalanan PAI 1956 – 2006.

Komentar»

1. busono - 2 Januari 2011

artikel diatas tercatat sejarah pai hingga tahun 2006. dimanakah gerangan mereka kini di tahun 2011. 3 tahun sejak 2000 saya sudah turut sumbangkan pengembangan anggrek di bandung raya. kok sekarang tampak sepiiii lagi ya anggrek di bandung.

2. yusuf - 15 Mei 2009

kl buku yg merangkum nama dn foto angrek indonesia namanya apa sih?harganya brp,trs belinya dimana?trim’s

3. dewi apriyanti - 27 April 2009

saya ingin tanya,saya mahsiswi arsitektur dan sekarang sedang skripsi atau yugas akhir dan judul skripsi saya adalah pusat pengembangan anggrek indonesia. yang saya ingin tanya adalah jika bapak menjadi ownewr saya apa saja kebutuhan ruang yang bapak perlukan untuk membangun pusat pengembangan angrek indonesia, berhubung saya tidak tahumenahu tentang dunia anggrek.thanks b4

4. heri supriantoro - 19 April 2009

Pak weda ysh, saya mahasiswa S2 Biomanejemen ITB, berniat menyusun tesis berkaitan dengan manejemen pengelolaan dan tataniaga anggrek. kalo boleh saya ingin minta bantuan pak weda tentang informasi yang terkait dengan hal tersebut dan isu-isu yang menjadi kendala pada bisnis tanaman anggrek, terima kasih.

5. anton - 17 Maret 2009

Hallo anggrek ayah,

Aku baru aja menggeluti hobi anggrek (ternyata anggrek ini efek sampingnya bikin addict yaaaa karena kecantikannya… he he he :P)
Aku mo tanya dong.. Aku tertarik banget nih untuk ikut keanggotaan PAI (aku ingin belajar lebih ttg anggrek). Kebetulan saya tinggalnya di Tangerang, Ada gak pak PAI di Tangerang? Atau Tangerang ikut Jakarta?

Makasih ya pak buat informasinya.

AnggrekAyah :> Rekan Anton Wijaya, untuk menjadi PAI-Jakarta bisa menghubungi teman aku di PAI-Jakarta Andi Wijaya dengan email ini , semoga man andi bisa membantu anda, terima kasih

6. Indra "Bangkit Orchids" - 8 Januari 2009

Gmana Pa Media Sabut Kelapa u/ dendro? terus terang kami sedikit ada kendala dlm produksi,karna semuanya dkerjakan manual.dalm 1 hri kita cm bs prodksi 5 pack oleh 4 org pekerja…
AnggrekAyah:> Alhamdulilah aku amati bahwa pertumbuhan/perkembangan seedling anggrek yang menggunakan sabut kelapa bagus sekali, dan mulai aku coba dengan jenis anggrek lain seperti phalaenopsis. Cuma ada kritik sedikit atas produk anda yang kami gunakan adalah standarisasinya belum bagus, terutama panjangnya tidak sesuai dengan spesifikasi (5 cm atau 10 cm) demikian pula denga ketebalan tidak sama. Untuk menuju ke massa-production memang perlu waktu dan peralatan. Insya Allah ke depan aku pesan lagi dengan catatan standarisasi harus bagus

7. doni - 7 November 2008

maaf pak, saya tinggal di sumedang, kalau mau hunting anggrek phalaenopsis species di bandung dimana aja ya ? trim

8. Herri - 26 Juli 2008

Om Weda saya mahasiswa informatika, kebetulan mau TA, dan tertarik soal anggrek..nah tadi nya mau ngambil sistem pakar bisnis budidaya anggrek , nah kemaren dah beli buku dari pa Ayub, tapi masih bingung cuma dikit tentang bisnisnya..nah om weda minta referensi soal bisnis anggrek.makasih ya..moga-moga sukses

AnggrekAyah:> dengan senang hati bila aku dapat membantunya, dan anda bisa menghubungi aku di wedanurdayat@gmail.com dan kita bisa janjian atau datang ke rumah.

terima kaish

9. Yani Fadli - 15 Juli 2008

Pak, saya berdomisili di Pacitan dan penggemar berat anggrek. Dimana saya bisa mendapatkan buku Native Orchids of Indonesia karena sampai sekarang saya belum mendapatkannya walaupun saya sudah cari di banyak toko buku di Solo, Jogja, dan Malang. Apakah saya bisa mendapatkan alamat, e-mail, atau no telp pak Frankie Handoyo?

AnggrekAyah :> Frankie Handoyo : frankie_handoyo@yahoo.co.uk

10. ahmad - 16 Mei 2008

Terima Kasih atas informasinya.

11. ahmad - 10 Mei 2008

Salam,

Dimana saya bisa mendapatkan buku native orchid of indonesia. kebetulan saya berdomisili di makassar, sulawesi Selatan. terima Kasih

AnggrekAyah :> Waalakukum salam, rekan ahmad, anda bisa menghubungi pak Andi Widjaja (andiw64@orchidsindonesia.com), beliau ini rekannya pak Frainke Handoyo, penmgarang buku itu, PAI Jakarta, untuk jelasnya bisa langsung aja ya, terima kasih

12. idud - 14 April 2008

Hatur nuhun, parantos dicatet. Kalau Deptan di Pasar Minggu deket Ragunan mah tahu, langsung satronin ke sana aja kali ya.

Btw, PAI ini gak punya website ya?
AnggrekAyah :> Mas Idud, kalau di deptan itu adalah alamat resminya, karena sekjen adalah orang deptan. Kalau memang mau bergabung aja dengan PAI-Jakarta di mailing listnya di paijkt-members@yahoogroups.co.uk

13. idud - 13 April 2008

Maaf saya tidak sempat membaca2 artikel lain, boleh saya tahu alamat resmi/sekretariat PAI pusat dan atau cabang Bandung?

Hatur nuhun.

AnggrekAyah : > Sahabat Idud, maaf untuk alamat PAI Pusat aku tidak tahu persis, tetapi persisnya di Deptan Pasar minggu. Sedangkan Seketariat PAI Cabang Bandung adalah jl. rereng manis No.30, Sukaluyu Bandung, Telp : 002 2517508. Ditunggu ya

14. aldi - 23 November 2007

pak, saya mau tanya kalau mau daftar pai bandung kemana ya? saya hobiis baru, ingin tuker pikiran sama senior senior yang berpengalaman di bandung. ingin juga turut serta membangun peranggrekkan nasional, hehe.

salam anggrek

Pak Aldi, salam Anggrek ya, dengan senang hati dan tangan terbuka kami menanti hadiran bapak pada pertemuan rutin PAI-Bandung, setiap hari sabtu minggu ke 2 setiap bulan, jam 9:00 bertempat di ruang rapat Dinas Pertanian Tanaman Pangan Prov Jabar Jl. Suci Bandung. Selanjutnya bisa hubungi kami via email aja anggrekaya@yahoo.com dan sekalian bisa kami daftarkan di mailing list PAI-Bandung. Memang PAI diharapkan sebagai wahana dan wadah untuk bersilahturah,i, bertukar informasi yang saling menguntunkan.

terima kasih

AnggrekAyah

15. yean - 14 November 2007

mau tanya negh anggota PAI ada yang namanya Eriza ngga yagh ?

16. anggrekayah - 22 Oktober 2007

Pak Budi Santoso Yth,
menjadi anggota PAI sangat mudah dan tanpa persyaratan yang macam-macam. Anda bisa menghubungi kantor sekertariatan PAI
setempat, seperti jakarta, bandung, malang, surabaya dsb dan
mengisi formulir pendaftaran saja. Khusus untuk beberapa PAI daerah ada yang menerapkan iuran anggota, ini juga untuk nantinya dikembalikan ke anggota.
Kebetulan saya berdomisili di bandung, jadi terdaftar pada PAI Bandung, dan maaf bapak berdomisili di mana ? Bila perlu alamat perwakilan PAI Insya Allah kami bisa sampaikan.

terima kasih

17. Budi Santoso - 19 Oktober 2007

bagaimana cara menjadi anggota Pai?

18. anggrekayah - 11 September 2007

Sebenarnya kita tidak mengenal kata terlambat, kalaulah kita mau berubah dan maju. PAI, sebagai institusi peranggrekan Nasional diharapkan dapat memberi arahan dan warna dalam bisnis anggrek Nasional. Dalam dunia global sekarang ini, yang akan memegang kendali dominan adalah bisnis, artinya PAI mau tidak mau harus merangkul dan berinteraksi dengan petani dan pedagang anggrek, sehingga dapat membuat iklim dan suasana seperti yang diinginkan oleh pak Noor.
Marilah kita dapat menggairahkan dam mengefektifkan PAI kita ini.
Apakah anda sudah menjadi anggota PAI ?

terima kasih

19. noor imansyah - 7 September 2007

setelah membaca sejarah berdirinya PAI betapa kita tertinggalnya dengan negara lain bahkan negara tetangga kita yg telah lebih dahulu mengenal budidaya anggrek yang sangat memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi, selama ini masyarakat beranggapan anggrek itu mahal, oleh karena itu bagaimana menghilangkan anggapan itu supaya anggrek dapat dinikmati semua orang. Suatu tantangan tentunya, oke

20. Fredy - 14 Mei 2007

Pak, saya tinggal di Bandung, dimana saya bisa hunting anggrek di Bandung
Terima kasih n salute

21. ichan - 31 Maret 2007

Pak saya pengen belajar mengembangbiakkan anggrek dalam botol, tapi saya kurang begitu faham zat-zat yang digunakan dan harus beli dimana. Kalau bapak berkenan saya mohon penjelasannya!Teromakasih.

22. anggrekayah - 9 Februari 2007

Mbak Diwa, maaf saya tidak tahu persis berapa harganya,
karena kami tidak memilikinya. Kalau boleh tahu anda berdomisili
dimana ? Kalau di bandung, akan aku beritahu tempat yang
baik untuk hunting jenis anggrek tersebut.

terima kasih

23. diwa - 9 Februari 2007

mau tanya harga anggrek brother sara gold dan taiwan deep bird?

24. anggrekayah - 5 Februari 2007

Mas Adityasani,

anda sekarang berdomisili dimana ? kalaulah anda berdomisili

di kota jakarta, tinggal datang ke TAIP Kav 3 (kalau tidak lupa)

itu adalah kav. Pak Frankie bisa beli langsung. 2 bulan lalu,

terakhir saya kesana masih ada 2-3 buku kalau tidak salah.

Nah kalau anda berdomisili di luar jakarta bisa menghubungi:

Andi Widjaja atau
Frankie Handoyo

dan tanyakan mekanisme pengiriman dan harganya langsung.

terima kasih

anggrekAyah

25. sani ORCHID - 3 Februari 2007

mau tanya pak , beli buku native orchid of indonesia dimana ya pak? berapa harganya? karangan franky handoyo. trims


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: